1. Jelaskan paradigma ilmu sosial yang menjadi cara pohon ilmu komunikasi massa?
2. Jelaskan teori-teori besar (critical theory) yang menjadi cabang-cabang utama ilmu komunikasi massa?
3. Jelaskan munculnya industri media & teori-teori propaganda?
4. Jelaskan teori-teori normatif yang anda ketahui?
5. Jelaskan critical theories yang anda ketahui?
Jawaban
1. Paradigma tersebut yaitu
• Positivistis
Dimana teori ini bersifat objektif. Semua orang melihat suatu peristiwa sesuai kebenaran yang ada.
• Konstruktivistik
Dimana teori ini bersifat subjektif (tidak tunggal). Dua orang melihat peristiwa atau suatu masalah dengan cara/ sudut pandang yang berbeda.
• Kritis
Teori ini bersifat superfisial (semu). Jadi masyarakat tidak melihat suatu peristiwa atau masalah hanya dari permukaannya saja tetapi melihat peristiwa tersebut lebih mendalam.
2. Grand theory
Positivistik (post positivistik)
Teori ini menggunakan cara observasi lapangan dan metode terukur. Metode terukur terbagi atas polling, survey, kuisioner, angket
Konstruktivistik (hermeneutics)
Dalam teori ini tedapat teks di dalam konteks. Teks disini ada yang muncul dan yang tidak muncul (melalui panca indra)contohnya orang yang suka memakai baju warna merah, kuning, hijau menandakan bahwa orang tersebut suka akan music reggae
Kritis
Teori ini terbagi atas 2 yaitu:
Normatif batasan-batasan untuk menganalisis apakah teori ini sesuai norma atau tidak. Norma belum tentu sama , normatif juga digunakan untuk komunikasi massa , jadi kita dapat menyingkapi suatu masalah sesuai norma yang ada.
Critical theories teori ini menjelajah kemungkinan yang ada dalam semua orang agar adanya keadilan. Menurut critical theory, teori sebelumnya tidak ada gunanya karena tidak ada perubahan. Critical theory menuntut adanya perubahan agar terciptanya keadilan.
3. Munculnya industri media massa dan teori propaganda
Industri media massa muncul berawal dari pandangan bahwa pers dapat mengontrol opini public. Lalu dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan dengan munculnya yellow journalism, jurnalis dimana kode etik dalam pekerjaan tidak digunakan sebagai dasar hukumnya.
Teori propaganda :
a. Behaviorism
Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b. Freudianism
Propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c. Harold Laswell’s propaganda theory
Merupakan propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d. Walter Lipmann’s theory of public opinion formation.
Propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar (buruh) yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis untuk ikut dalam aturan si pembuat propaganda.
e. Reaction against
Propaganda itu tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f. Institute of propaganda analysis
Analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g. Modern propaganda
“Dunia ini adalah panggung propaganda”. Bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h. Libertarianism Reborn
Manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda.
4. Teori normatif
Authoritarian : persnya dikendalikan oleh pemerintah, bersifat otoriter.
Libertarian : pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
Responsibility social : pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
Komunis : pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk
menyejahterakan rakyat.
5. Critical theoris yang saya ketahui yaitu
Teori ini dikemukakan oleh Karl Marx yaitu sebuah teori revolusi mengenai kaum proletar terhadap kaum borjuis dengan pendekatan ekonomis semata. Kemudian, teori ini dikembangkan oleh seorang tokoh revolusioner Italia yang bernama Antonio Gramsci. Ia berpendapat bahwa banyak elemen fundamental lain selain ekonomi yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah gerakan revolusi. Misalnya agama, hukum, dan politik.
JANE APRILYANI
09120110276
sebuah blog yang berisi tentang apa itu komunikasi massa sampai segala macam aplikasi serta implikasinya terhadap dunia nyata sekarang ini. saling berbagi pengetahuan dan wawasan...itulah yang diperlukan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.
Tuesday, October 12, 2010
latihan komunikasi massa
1. Jelaskan paradigma ilmu sosial yang menjadi akar ilmu komunikasi massa!
Ada tiga paradigma yang menjadi akar dari ilmu komunikasi massa, yaitu: paradigma positivistik, paradigma konstruktivistik, dan paradigma kritis.
Paradigma positivistik adalah paradigma yang melihat kebenaran suatu realitas berdasarkan pendapat mayoritas. Sesuatu dianggap benar jika sejumlah besar orang menyatakan pandangan yang sama. Jadi, dalam paradigma ini, hanya ada satu kebenaran yang bersifat objektif. Kebenaran dalam paradigma ini dibuktikan dengan survei, polling, dan riset.
Paradigma konstruktivistik adalah paradigma yang memandang kebenaran sebagai hasil konstruksi dari pikiran tiap-tiap orang. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap suatu hal, sehingga pendapat mereka terhadap hal tersebut beragam. Dalam paradigma ini, semua pandangan tersebut diakui. Jadi, kebenaran adalah sesuatu yang subjektif.
Paradigma kritis memandang setiap realitas yang terjadi sebagai sesuatu yang superfisial. Apa yang tampak, bukanlah realitas, melainkan sesuatu yang sengaja dibangun di atas motif tertentu. Dianalogikan dengan gunung es, bahwa yang tampak di permukaan hanyalah sesuatu yang semu. Kaum kritis tidak melihat bagian atas tersebut. Mereka melihat dasar dari gunung es tersebut. Jadi, untuk dapat menemukan kebenaran, mereka mencari hal-hal yang melatarbelakanginya.
2. Jelaskan grand theory yang menjadi cabang-cabang ilmu komunikasi massa!
Ada empat grand theory yang menjadi cabang ilmu komunikasi massa, yaitu: Post-positivistik yang berakar pada paradigma positivistik, Hermeneutics yang berakar pada paradigma konstruktivistik, serta Normatif dan Critical Theories yang berakar pada paradigma kritis.
Teori post-positivistik adalah teori yang didasarkan atas observasi dengan metode-metode ilmiah. Data dari sebuah fenomena yang diobeservasi harus dapat diukur dengan angka. Metode yang digunakan dapat berupa polling, survei, kuisioner, angket, maupun wawancara.
Teori Hermeneutics adalah teori yang berusaha mengerti sebuah fenomena dengan menganalisis dan mengintepretasikan aksi dan teks. Teks yang dimaksud disini bukan sekedar tulisan saja, tetapi segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indra yang dapat membantu kita menyimpulkan tentang seseorang/sesuatu. Dalam analisis teks, kita perlu melihat konteks. Hasil analisis tersebut bisa saja berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Teori Normatif adalah teori yang menjelaskan latar belakang suatu fenomena berdasarkan serangkaian nilai yang telah ditetapkan. Segala sesuatu dinilai berdasarkan peraturan yang berlaku dengan ukuran benar/salah.
Critical Theories dikembangkan berdasarkan pandangan Karl Marx. Teori ini menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi adalah efek dari kekuasaan. Untuk dapat melihat latar belakang dari fenomena tersebut, lihatlah pertarungan kepentingan dan relasi kekuasaannya (mana yang lebih kuat). Pihak yang lebih kuat biasanya memiliki otoritas, jaringan (network), atau sumber dana yang lebih besar.
3. Jelaskan munculnya teori propaganda dan industri media!
Teori propaganda sebetulnya dibangun atas dasar psikologis. Diawali dengan teori Behaviorism dari John B. Watson yang menjelaskan bahwa segala tindakan manusia adalah respons terhadap stimulus yang dating dari lingkungannya. Disini, propaganda dijadikan sebuah stimulus. Propaganda dianggap sebagai sebuah alat yang kuat, yang mampu membuat pendengarnya bertindak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh propaganda tersebut.
Teori tersebut dinilai terlalu sederhana. Sigmund Freud kemudian mengembangkan kerangka tersebut dan memperkenalkan teori Freudianism. Menurut Freud, jiwa manusia terdiri atas ego, id, dan superego. Ego adalah keyakinan yang logis dan rasional dalam diri manusia. Id adalah bagian jiwa yang selalu ingin bersenag-senang. Superego adalah bagian yang menahan id. Sebuah propaganda akan berhasil jika mampu menyerang ketiga unsur jiwa tersebut. Ego harus diyakinkan, id dibujuk dengan persuasi, dan superego dilemahkan.
Propaganda kemudian dibawa dalam dunia politik oleh Harold Laswell. Laswell menggabungkan kedua teori terdahulu dan berhasil untuk mempropaganda masyarakat kelas menengah. Walter Lippman melihat keberhasilan propaganda terhadap kelas menengah tersebut dan sampai pada kesimpulan bahwa publik itu tidak seragam dalam hal tingkat pengetahuan. Inilah yang dimanfaatkan oleh kaum elit yang berpendidikan sehingga mereka mampu merancang propaganda yang meyakinkan dan efektif. Jadi, ketika kegiatan propaganda tersebut dihentikan, efeknya tetap dapat terus berjalan.
Dalam dunia modern kini, propaganda dikembangkan agar tidak terlihat seperti propaganda. Caranya, propaganda diatur sedemikian rupa melalui media sehingga tanpa disadari, mereka yang menonton/mendengarkan/membaca mendapatkan pesan dari propaganda tersebut.
Sementara itu, munculnya industri media berawal dari kemunculan Yellow Journalism. Yellow Journalism adalah media yang tidak mengindahkan kode etik dalam pelaksanaannya, mengutamakan headline yang provokatif dan kontroversial, tanpa mempertimbangkan lebih jauh isi dari berita tersebut. Kemunculan Yellow Journalism tersebut adalah prakarsa dari Hearst. Ia membeli perusahaan surat kabar yang hampir bangkrut, dan mengubahnya menjadi sukses hanya dengan menambahkan banyak gambar, cerita bersambung, dan cerita bergambar yang menarik masyarakat kelas menengah ke bawah. Media massa kemudian menjadi industri yang terus berkembang. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, terjadilah functional displacement. Dimana media lama dapat digantikan dengan teknologi baru. Misalnya koran yang di-publish secara online.
4. Jelaskan teori normatif yang Anda ketahui!
Social responsibility theory, yaitu suatu teori normatif yang berusaha menggantikan tanggung jawab industri media terhadap publik dengan kebebasan total media dari kontrol pihak luar, termasuk pemerintah dan regulasinya. Teori ini didasarkan pada pandangan liberal.
Developmental media theory, yaitu suatu teori normatif yang mengharapkan kerja sama antara media dan pemerintah. Media membantu pemerintah dalam rencana pembangunan negara, tidak menjelek-jelekkan pemerintah.
Democratic participant theory, yaitu suatu teori normatif yang mengharapkan media untuk dapat mendukung pluralisme.
5. Jelaskan critical theory yang Anda ketahui!
Critical theory adalah teori yang berpandangan bahwa berbagai bentuk dominasi harus dihilangkan. Teori ini mendorong kebebasan, keadilan, dan persamaan. Teori ini mulai dikembangkan pada masa berakhirnya Perang Dunia II. Critical theory terdiri atas dua teori besar, yaitu cultural theory dan political economy theory. Cultural theory adalah teori yang berfokus pada penggunaan media dalam membentuk struktur kehidupan sehari-hari. Hanya beberapa dari cultural theory yang termasuk dalam critical theory. Diantaranya grand social theories dan Marxist theory. Grand social theories adalah teori makro yang digunakan untuk memprediksi dan menjelaskan kecenderungan dalam budaya dan masyarakat. Marxist theory adalah teori yang menyatakan bahwa pembagian kelas dalam masyarakat adalah akar dari segala masalah sosial dan hanya dapat diselesaikan dengan revolusi oleh kaum proletar (buruh). Sementara political economy theory berfokus pada penggunaan kekuasaan ekonomi oleh kaum elit untuk mengeksploitasi media. Semua political economy theory termasuk dalam critical theory.
By: Tiara Permadi (09120110138)
Ada tiga paradigma yang menjadi akar dari ilmu komunikasi massa, yaitu: paradigma positivistik, paradigma konstruktivistik, dan paradigma kritis.
Paradigma positivistik adalah paradigma yang melihat kebenaran suatu realitas berdasarkan pendapat mayoritas. Sesuatu dianggap benar jika sejumlah besar orang menyatakan pandangan yang sama. Jadi, dalam paradigma ini, hanya ada satu kebenaran yang bersifat objektif. Kebenaran dalam paradigma ini dibuktikan dengan survei, polling, dan riset.
Paradigma konstruktivistik adalah paradigma yang memandang kebenaran sebagai hasil konstruksi dari pikiran tiap-tiap orang. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap suatu hal, sehingga pendapat mereka terhadap hal tersebut beragam. Dalam paradigma ini, semua pandangan tersebut diakui. Jadi, kebenaran adalah sesuatu yang subjektif.
Paradigma kritis memandang setiap realitas yang terjadi sebagai sesuatu yang superfisial. Apa yang tampak, bukanlah realitas, melainkan sesuatu yang sengaja dibangun di atas motif tertentu. Dianalogikan dengan gunung es, bahwa yang tampak di permukaan hanyalah sesuatu yang semu. Kaum kritis tidak melihat bagian atas tersebut. Mereka melihat dasar dari gunung es tersebut. Jadi, untuk dapat menemukan kebenaran, mereka mencari hal-hal yang melatarbelakanginya.
2. Jelaskan grand theory yang menjadi cabang-cabang ilmu komunikasi massa!
Ada empat grand theory yang menjadi cabang ilmu komunikasi massa, yaitu: Post-positivistik yang berakar pada paradigma positivistik, Hermeneutics yang berakar pada paradigma konstruktivistik, serta Normatif dan Critical Theories yang berakar pada paradigma kritis.
Teori post-positivistik adalah teori yang didasarkan atas observasi dengan metode-metode ilmiah. Data dari sebuah fenomena yang diobeservasi harus dapat diukur dengan angka. Metode yang digunakan dapat berupa polling, survei, kuisioner, angket, maupun wawancara.
Teori Hermeneutics adalah teori yang berusaha mengerti sebuah fenomena dengan menganalisis dan mengintepretasikan aksi dan teks. Teks yang dimaksud disini bukan sekedar tulisan saja, tetapi segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca indra yang dapat membantu kita menyimpulkan tentang seseorang/sesuatu. Dalam analisis teks, kita perlu melihat konteks. Hasil analisis tersebut bisa saja berbeda antara satu orang dan orang lainnya.
Teori Normatif adalah teori yang menjelaskan latar belakang suatu fenomena berdasarkan serangkaian nilai yang telah ditetapkan. Segala sesuatu dinilai berdasarkan peraturan yang berlaku dengan ukuran benar/salah.
Critical Theories dikembangkan berdasarkan pandangan Karl Marx. Teori ini menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi adalah efek dari kekuasaan. Untuk dapat melihat latar belakang dari fenomena tersebut, lihatlah pertarungan kepentingan dan relasi kekuasaannya (mana yang lebih kuat). Pihak yang lebih kuat biasanya memiliki otoritas, jaringan (network), atau sumber dana yang lebih besar.
3. Jelaskan munculnya teori propaganda dan industri media!
Teori propaganda sebetulnya dibangun atas dasar psikologis. Diawali dengan teori Behaviorism dari John B. Watson yang menjelaskan bahwa segala tindakan manusia adalah respons terhadap stimulus yang dating dari lingkungannya. Disini, propaganda dijadikan sebuah stimulus. Propaganda dianggap sebagai sebuah alat yang kuat, yang mampu membuat pendengarnya bertindak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh propaganda tersebut.
Teori tersebut dinilai terlalu sederhana. Sigmund Freud kemudian mengembangkan kerangka tersebut dan memperkenalkan teori Freudianism. Menurut Freud, jiwa manusia terdiri atas ego, id, dan superego. Ego adalah keyakinan yang logis dan rasional dalam diri manusia. Id adalah bagian jiwa yang selalu ingin bersenag-senang. Superego adalah bagian yang menahan id. Sebuah propaganda akan berhasil jika mampu menyerang ketiga unsur jiwa tersebut. Ego harus diyakinkan, id dibujuk dengan persuasi, dan superego dilemahkan.
Propaganda kemudian dibawa dalam dunia politik oleh Harold Laswell. Laswell menggabungkan kedua teori terdahulu dan berhasil untuk mempropaganda masyarakat kelas menengah. Walter Lippman melihat keberhasilan propaganda terhadap kelas menengah tersebut dan sampai pada kesimpulan bahwa publik itu tidak seragam dalam hal tingkat pengetahuan. Inilah yang dimanfaatkan oleh kaum elit yang berpendidikan sehingga mereka mampu merancang propaganda yang meyakinkan dan efektif. Jadi, ketika kegiatan propaganda tersebut dihentikan, efeknya tetap dapat terus berjalan.
Dalam dunia modern kini, propaganda dikembangkan agar tidak terlihat seperti propaganda. Caranya, propaganda diatur sedemikian rupa melalui media sehingga tanpa disadari, mereka yang menonton/mendengarkan/membaca mendapatkan pesan dari propaganda tersebut.
Sementara itu, munculnya industri media berawal dari kemunculan Yellow Journalism. Yellow Journalism adalah media yang tidak mengindahkan kode etik dalam pelaksanaannya, mengutamakan headline yang provokatif dan kontroversial, tanpa mempertimbangkan lebih jauh isi dari berita tersebut. Kemunculan Yellow Journalism tersebut adalah prakarsa dari Hearst. Ia membeli perusahaan surat kabar yang hampir bangkrut, dan mengubahnya menjadi sukses hanya dengan menambahkan banyak gambar, cerita bersambung, dan cerita bergambar yang menarik masyarakat kelas menengah ke bawah. Media massa kemudian menjadi industri yang terus berkembang. Namun seiring dengan kemajuan teknologi, terjadilah functional displacement. Dimana media lama dapat digantikan dengan teknologi baru. Misalnya koran yang di-publish secara online.
4. Jelaskan teori normatif yang Anda ketahui!
Social responsibility theory, yaitu suatu teori normatif yang berusaha menggantikan tanggung jawab industri media terhadap publik dengan kebebasan total media dari kontrol pihak luar, termasuk pemerintah dan regulasinya. Teori ini didasarkan pada pandangan liberal.
Developmental media theory, yaitu suatu teori normatif yang mengharapkan kerja sama antara media dan pemerintah. Media membantu pemerintah dalam rencana pembangunan negara, tidak menjelek-jelekkan pemerintah.
Democratic participant theory, yaitu suatu teori normatif yang mengharapkan media untuk dapat mendukung pluralisme.
5. Jelaskan critical theory yang Anda ketahui!
Critical theory adalah teori yang berpandangan bahwa berbagai bentuk dominasi harus dihilangkan. Teori ini mendorong kebebasan, keadilan, dan persamaan. Teori ini mulai dikembangkan pada masa berakhirnya Perang Dunia II. Critical theory terdiri atas dua teori besar, yaitu cultural theory dan political economy theory. Cultural theory adalah teori yang berfokus pada penggunaan media dalam membentuk struktur kehidupan sehari-hari. Hanya beberapa dari cultural theory yang termasuk dalam critical theory. Diantaranya grand social theories dan Marxist theory. Grand social theories adalah teori makro yang digunakan untuk memprediksi dan menjelaskan kecenderungan dalam budaya dan masyarakat. Marxist theory adalah teori yang menyatakan bahwa pembagian kelas dalam masyarakat adalah akar dari segala masalah sosial dan hanya dapat diselesaikan dengan revolusi oleh kaum proletar (buruh). Sementara political economy theory berfokus pada penggunaan kekuasaan ekonomi oleh kaum elit untuk mengeksploitasi media. Semua political economy theory termasuk dalam critical theory.
By: Tiara Permadi (09120110138)
kommas
1. Jelaskan paradigma ilmu sosial yang menjadi kar ilmu komunikasi massa!
Jawab: a. Paradigma positivistik: Kebenaran realitas yang bersifat objektif. Sesuatu dengan orang banyak menyatakan pendapat atau pandangan yang sama.
b. Paradigma konstruktivistik: Kenbenaran adalah hasil konstruksi pikiran masing-masing orang. Kebenaran suatu realistik tidak tunggal (objektif) tetapi subjektif. Suatu hal yang sama bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.
c. Paradigma Kritis: Melihat bahwa apa yang terjadi superfisial bukan realitas mereka akan mencari latar belakang dasar masalah tersebut (seperti gunung es).
2. Jelaskan grand theory yang menjadi cabang ilmu komunikasi massa!
Jawab: a. Post positivistik: dengan melakukan observasi lapangan, menggunakan metode terukur, poling, kuisioner, survey, angket dan wawancara.
b. Hermeneutics: dengan menganalisis teks. Bukan hanya tulisan, tetapi segala yang bisa ditangkap panca indra yang membantu kita “membuat”/menyimpulkan tentang seseorang atau sesuatu.
c. Normatif: Segala sesuatu yang diatur dengan nama, dapat menentukan benar/salah. Yang normatif melihat dan menilai apakah benar/tidak sesuai namanya. Ingat, nama belum tentu sama. Dengan mengenal dan mengikuti norma akan mengurangi perdebatan/kesalahan.
d. Critical theory: Menurut pandangan Karl Marx, segala sesuatu berdasarkan kerja, harus ada aksi bukan hanya gagasan. Perubahan itu muncul karena ada ide-ide yang direalisasikan. Menurut critical theory, teori-teori yang lain tidak ada gunanya. Teori yang berguna adalah teori yang bisa menggerakan dan mengubah.
3. Jelaskan munculnya teori propaganda dan industri media!
Jawab: Munculnya industri media massa : berawal dari paradigma yang menganggap pers dapat mengontrol opini publik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan dengan munculnya yellow journalism, jurnalis yang bekerja tanpa kode etik sebagai hukum dasarnya.
Teori Propaganda :
a. Behaviorism yaitu Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b. Freudianism yaitu teori propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c. Harold Laswell’s propaganda theory yaitu propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d. Walter Lipmann’s theory of public opinion formation yaitu propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis untuk ikut dalam aturan si pembuat propaganda.
e. Reaction against yaitu propaganda tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f. Institute og propaganda analysis yaitu analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g. Modern propaganda yaitu bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h. Libertarianism Reborn yaitu manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda.
4. Jelaskan munculnya teori normatif yang anda ketahui!
Jawab: Authoritarian: persnya dikendalikan oleh pemerintah, bersifat otoriter.
Libertarian: pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
Responsibility social: pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
Komunis: pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk mensejahterakan rakyat.
5. Jelaskan critical theory yang anda ketahui!
Jawab: Critical Theories: Teori ini dikemukakan oleh Karl Marx yaitu sebuah teori revolusi mengenai kaum proletar terhadap kaum borjuis dengan pendekatan ekonomis semata. Kemudian, teori ini dikembangkan oleh seorang tokoh revolusioner Italia yang bernama Antonio Gramsci. Ia berpendapat bahwa banyak elemen fundamental lain selain ekonomi yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah gerakan revolusi. Misalnya agama, hukum, dan politik.
Maureen Puspita Karnagi
09120110148
Jawab: a. Paradigma positivistik: Kebenaran realitas yang bersifat objektif. Sesuatu dengan orang banyak menyatakan pendapat atau pandangan yang sama.
b. Paradigma konstruktivistik: Kenbenaran adalah hasil konstruksi pikiran masing-masing orang. Kebenaran suatu realistik tidak tunggal (objektif) tetapi subjektif. Suatu hal yang sama bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.
c. Paradigma Kritis: Melihat bahwa apa yang terjadi superfisial bukan realitas mereka akan mencari latar belakang dasar masalah tersebut (seperti gunung es).
2. Jelaskan grand theory yang menjadi cabang ilmu komunikasi massa!
Jawab: a. Post positivistik: dengan melakukan observasi lapangan, menggunakan metode terukur, poling, kuisioner, survey, angket dan wawancara.
b. Hermeneutics: dengan menganalisis teks. Bukan hanya tulisan, tetapi segala yang bisa ditangkap panca indra yang membantu kita “membuat”/menyimpulkan tentang seseorang atau sesuatu.
c. Normatif: Segala sesuatu yang diatur dengan nama, dapat menentukan benar/salah. Yang normatif melihat dan menilai apakah benar/tidak sesuai namanya. Ingat, nama belum tentu sama. Dengan mengenal dan mengikuti norma akan mengurangi perdebatan/kesalahan.
d. Critical theory: Menurut pandangan Karl Marx, segala sesuatu berdasarkan kerja, harus ada aksi bukan hanya gagasan. Perubahan itu muncul karena ada ide-ide yang direalisasikan. Menurut critical theory, teori-teori yang lain tidak ada gunanya. Teori yang berguna adalah teori yang bisa menggerakan dan mengubah.
3. Jelaskan munculnya teori propaganda dan industri media!
Jawab: Munculnya industri media massa : berawal dari paradigma yang menganggap pers dapat mengontrol opini publik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan dengan munculnya yellow journalism, jurnalis yang bekerja tanpa kode etik sebagai hukum dasarnya.
Teori Propaganda :
a. Behaviorism yaitu Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b. Freudianism yaitu teori propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c. Harold Laswell’s propaganda theory yaitu propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d. Walter Lipmann’s theory of public opinion formation yaitu propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis untuk ikut dalam aturan si pembuat propaganda.
e. Reaction against yaitu propaganda tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f. Institute og propaganda analysis yaitu analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g. Modern propaganda yaitu bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h. Libertarianism Reborn yaitu manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda.
4. Jelaskan munculnya teori normatif yang anda ketahui!
Jawab: Authoritarian: persnya dikendalikan oleh pemerintah, bersifat otoriter.
Libertarian: pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
Responsibility social: pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
Komunis: pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk mensejahterakan rakyat.
5. Jelaskan critical theory yang anda ketahui!
Jawab: Critical Theories: Teori ini dikemukakan oleh Karl Marx yaitu sebuah teori revolusi mengenai kaum proletar terhadap kaum borjuis dengan pendekatan ekonomis semata. Kemudian, teori ini dikembangkan oleh seorang tokoh revolusioner Italia yang bernama Antonio Gramsci. Ia berpendapat bahwa banyak elemen fundamental lain selain ekonomi yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah gerakan revolusi. Misalnya agama, hukum, dan politik.
Maureen Puspita Karnagi
09120110148
Jawaban Latihan UTS
Soal Kommas (latihan UTS) Quiz
1. 1. Jelaskan paradigma ilmu
sosial yang menjadi akar ilmu komunikasi massa!
2. 2. Jelaskan grand theory yang
menjadi cabang utama ilmu komunikasi massa!
3. 3. Jelaskan munculnya industri
media dan teori propaganda!
4. 4. Jelaskan teori – teori
normatif yang anda ketahui!
b. 5. Jelaskan teori – teori
kritikal yang anda ketahui!
Ja
Jawaban
1. 1) Positivistik: pandangan yang melihat bahwa kebenaran suatu realitas bersifat objektif. Contohnya: A bilang A, B juga bilang A.
2) Konstruktivistik: pandangan yang melihat suatu kebenaran suatu relaitas tidak bersifat tunggal (subjektif). Contoh: melihat suatu gedung dari dua sisi yang berbeda/
3) Kritis: pandangan yang melihat sebuah persitiwa tidak terlepas dari peristiwa di bawahnya/ yang terjadi sebelumnya (semu/superficial)
2. 1) Post Positivistik: teori yang melihat segala sesuatu dari metode-metode terukur seperti observasi lapangan, polling, survey, angket, dsb.
2) Hermeneutics: teori yang melihat bahwa setiap realitas pasti ada teks dan konteks, maka kebenaran bersifat subjektif.
3) Normatif: teori-teori yang menyatakan benar atau salahnya suatu hal dilihat dari peraturan yang ada.
4) Critical: teori yang mengatakan bahwa kekuasaan dipandang sebagai penentu segalanya.
3. Munculnya industri media disebabkan oleh adanya yellow jurnalism. Media-media kebablasan menyuarakan pendapatnya sehingga seringkali media melakukan aktivitasnya tanpa kode etik dsb.
Teori propoganda:
Behaviorism :Mengasumsikan
masyarakat sosial memiliki respon/peka
terhadap stimulus yang ditujukan kepadanya melalui sebuah propaganda yang kemudian diterima olehnya yang bisa
mempengaruhi perilaku kehidupannya.
Freudiasme :Jiwa
manusia terdiri dari 3 hal, yaitu ego (keyakinan diri), id (mencari kesenangan), superego (yang mengontrol id)
Modern Propaganda Theory: Propoganda masa kini yang paling canggih, propoganda yang tidak terlihat seperti propaganda.
Libertarian Reborn: bahwa setiap manusia punya kehendak bebas untuk melakukan sesuatu.
4. teori-teori normatif:
1) Otoritarian: bahwa pemerintah memiliki kontrol sepenuhnya atas media
2) Libertarian: media bebas sepenuhnya dari kontrol pemerintah
3) Tanggung jawab sosial: hampir sama seperti libertarian, namun media punya tanggung jawab untuk melayani masyarakat, juga tanggung jawab untuk menjalankan kode etik
4) Komunis: hampir sama dengan otoritarian, bedanya media di bawah kontrol partai komunis yang mementingkan kepentingan anggota partai tersebut
5. Teori-teori kritikal: Teori Karl Marx:
Bahwa ada 3 kunci penyebab hal terjadi:
1. Otoritas kekuasaan- orang berkuasa punya kuasa
2. Network centrality: punya network, walaupun tidak ada otoritas, maka orang itu dapat menentuikan apa yang terjadi
3. Fund resources: siapa punya uang, punya kuasa
Teori Karl Marx direvisi oleh Anthonio Gramsci (Italia), ia mengatakan bahwa ekonomi bukan satu-satunya hal yang menentukan, ternyata ada faktor-faktor lain:
ideologi.
Contoh apparatus ideologi: sekolah, mass media, kampus (sifatnya halus)
contoh apparatus koesif: tentara, pengadilan (sifatnya keras)
Sherly Yunita
09120110118
KUIS KOMUNIKASI MASA
1. Tiga paradigma dalam komunikasi massa
yang menyangkut dengan ilmu sosial:
a. Positivistik > Kebenaran
realitas bersifat objektif. Sesuatu yang dianggap benar, ketika sejumlah orang
menyatakan pendapat atau pandangan yang sama.
- Konstruktivistik > Kebenaran
realitas tidak bersifat objektif atau tunggal. Karena, membuat sebuah
konstruksi pemikiran yang sama menjadi berbeda. Suatu hal yang sama bisa
dilihat dari berbagai macam sudut pandang.
- Kritis > Kebenaran merupakan permukaan dari realitas,
bersifat semu. Peristiwa tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi saja. Tetapi,
melihat bahwa apa yang terjadi bersifat supervisial (abstrak/semu, ada hal-hal
yang melatarbelakangi) mereka akan mencari latar belakang dari dasar
sebuah masalah.
2. Jelaskan Grand Theory tentang paradigma
komunikasi massa!
Grand Theory :
·
Post Positivistis : Menggunakan observasi lapangan dan lab.
Biasanya didukung dengan metode terukur seperti polling, survey, quesioner, dan
angket.
·
Hermeneutics : Analisis
teks bukan hanya tulisan, tetapi segala yang bisa di tangkap oleh panca indera
yang membantu untuk membuat atau menyimpulkan tentang sesuatu.
·
Kritis : Normatif:
Segala sesuatu di atur oleh norma. Sehingga dapat menentukan benar dan tidaknya.
Artinya, normatif melihat dan menilai apakah benar atau tidak sesuai dengan
norma. Dengan mengenal dan mengikuti norma akan mengurangi bentrok/seleg.
Critical : Tidak berdasarkan norma, karena norma hadir atas dasar kekuasaan.
Mencari keadilan bagi semua orang, selain itu manusia juga mencari
transformasi. Berawal dari teori Karl Marx tentang pertarungan kepentingan yang
merupakan efek media karena adanya kekuasaan.
3. Jelaskan tentang munculnya industri
media massa dan teori propaganda
Munculnya industri media massa : Seiring dengan perkembangan pers penggunaannya untuk mencari keuntungan dengan
munculnya yellow journalism. Pada awalnya
paradigma pers dianggap dapat mengontrol opini publik,berikut ini Teori
Propaganda :
a.
Behaviorism
Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat
stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat.
Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b.
Freudianism
Propaganda yang dilakukan dengan
meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c. Harold Laswell’s propaganda theory
Merupakan propaganda gabungan antara
teori behaviorism dan freudianism.
d. Walter Lipmann’s theory of public
opinion formation.
Propaganda yang dimulai dari
masyarakat kaum proletar yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi
kaum borjuis untuk ikut dalam aturan si pembuat propaganda.
e. Reaction against
Propaganda itu tidak bersifat
tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama
sedang melakukan propaganda balik.
f. Institute of propaganda analysis
Penyelesaian propaganda dianalisis berdasarkan
kebutuhan masyarakatnya.
g. Modern propaganda
Bagaimana cara membujuk seseorang tanpa
orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat
script cerita propaganda. “Dunia ini adalah panggung sandiwara/propaganda”.
h. Libertarianism Reborn
Manusia dilahirkan secara bebas yang
bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan
peradaban dunia yang maju.
- Jelaskan
tentang teori normative!
Teori normatif terdiri dari:
Authoritarian®Pers hanya dikendalikan oleh pemerintah,
bersifat otoriter.
Libertarian®Pers bergerak sebebas-bebasnya, tidak
ada yang mengendalikan
Social Responsibility®Pers bebas namun masih ada
tanggungjawab sosial.
Komunis®Pers dikuasai oleh partai komunis
dengan maksud untuk mensejahterakan rakyat.
5. Jelaskan Critical Theory dan Cultural Theory yang Anda
ketahui!
Teori Kritis : salah suatu perspektif
teoritis yang bersumber pada berbagai pemikiran yang berbeda seperti pemikiran Aristoteles,
Foucault Gadamer, Marx, Kant,
Wittgenstein dan pemikiran-pemikiran lain. Pemikiran-pemikiran
berbeda tersebut disatukan oleh sebuah orientasi atau semangat teoretis yang
sama, yakni semangat untuk melakukan emansipasi.
Tujuan teori kritis adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan
mendorong kebebasan, keadilan dan persamaan. Teori ini menggunakan metode
reflektif dengan cara mengkritik secara terus menerus terhadap tatanan atau
institusi sosial, politik atau ekonomi yang ada, yang cenderung tidak kondusif
bagi pencapaian kebebasan, keadilan, dan persamaan.
Cultural
teori :
Konsep ini berkaitan
dengan bagaimana kita mempelajari perilaku anggota dari sebuah kelompok
social. Tujuannya menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong
kebebasan, keadilan dan persamaan
By: Nova Rizki Rismawati (09120110156)
Quis Komunikasi Massa
Nama : Ardelia
Nim : 09120110195
1. Ada 3 paradigma Ilmu sosial :
v
Positivistis : Lebih mengarah kepada peristiwa yang nyata
ataupun factual. Paradigmanya bersifat Objektif
yang didasari dengan metode survey dan polling yang sama.
v
Konstruktivistik : Teori
ini menyimpulkan bahwa pemikiran yang berbeda oleh dua orang atau lebih tentang suatu hal. Realitas masing-masing persepsi mereka bersifat subjektif dan Nilai konstruktifnya
jamak. Jadi persepsi mereka tersebut memiki nilai konstruktif yang berbeda..\
v
Kritis
: Teori ini memiliki sifat superfisal (semu ), jadi apa
yang terjadi tidak sepenuhnya benar karena melihat peristiwa itu didasari dari
konteks secara keseluruhan.
2.
Grand theories yg menjadi cabang
utama ilmu kommas
·
Positivistis (Post
Positivistik)
Melakukan observasi dilapangan dengan metode yang sudah terukur
seperti polling, survey, angket, dan quisioner
·
Konstruktivistik (Hermeneutics)
Dapat ditangkap oleh panca indera, teks berada di dalam konteks. Muncul
dalam rancangan yang dapat dianalisis sifatnya. Bersifat subjektif dengan
meliputi konteks yang sudah ada.
·
Kritis (Normatif dan Critical
Theories)
Normative:
berdasarkan norma-norma yang telah ada.
Critical Theories:
teori yang tidak berdasarkan norma ideal, hal tersebut dilakukan untuk
melakukan perubahan karena adanya kekuasaan.
3. Teori-teori
propaganda:
·
Teori propaganda
a.
Behaviorism
Melakukan propaganda dengan stimulus, membuat fakta jadi gantung.
b.
Freudianism
Propaganda yang
menyakinkan Ego, ID dan melemahkan superego.
c.
Reaction against
Bersifat tunggal, ada
propaganda balik dari orasng yang dipropagandakan.
d. Walter Lipmann’s theory of
public opinion formation.
Propaganda yang dilakukan pertama kali oleh para kaum kaum
buruh, kemudian di pengaruhi oleh kaum borjuis yang mengharuskan kaum borjuis
masuk dalam aturan propaganda ini.
e. Institute of propaganda
analysis
Menyelesaikan dari propaganda tersebut.
f.
Modern propaganda
Propaganda mampu menipu membuat
sesesorang tak tahu kalau dia sedang dipropganda.
g.
Libertarianism Reborn
Propaganda dibuat untuk mencari kebenaran yang baik. Karena
manusia mempunyai sifat kebebasan.
4. Teori
normatif
Otoritarian : Pers masih berada sepenuhnya ditangan pemerintah. Pemerintah
pegang kendali dan mengontrol pers tersebut. Disebut juga Otoriter.
Libertarian : artinya bebas. So pasti segala kegitan pers ataupun pers
yang sedang melakukan tugasnya tidak dikontrol oleh pemerintahan.
Social – Responsibility : pers memiliki batasan-batasan dalam melakukan tugasnya
dengan mengikuti aturan kode etik.
Communist : Komunis mengendalikan pers tersebut dengan cara aturan
aturan mereka sendiri dengan maksud mensejahterhkan masyarakatnya
5. Critical teori adalah teori yang
mempelajari dan menganalisis sesuatu berdasarkan pada relasi kekuasaan. Teori
ini pertama kali dikembangkan oleh Marx. Marx mengatakan bahwa dunai dibagi ke
dalam dua kelas, yaitu kelas borjuis dan kelas protelar.
Tujuan
dari teori ini adalah menghilangkan berbagai bentuk dominasi dan mendorong
kebebasan , keadilan, dan persamaan.
Isabella
Agustiani
09120110164
1.
Paradigma
komunikasi massa
-
Positivistik
Paradigma
ini memandang suatu kebenaran bersifat objektif, sesuai dengan fakta, dan
peristiwa yang terjadi adalah benar-benar terjadi.
-
Konstruktivistik
Paradigma
ini memandang suatu kebenaran bersifat subjektif karena merupakan suatu
kontruksi yang terjadi di dalam pemikiran setiap orang. Di dalam pemikiran
setiap orang pasti terbentuk sebuah konstruksi dan konstruksi yang terbentuk
tersebut pasti berbeda-beda karena pemikiran setiap orang berbeda-beda sesuai
dengan sudut pandang masing-masing orang.
-
Kritis
Paradigma ini memandang sebuah peristiwa yang
terjadi tidak terlepas dari apa yang melatar belakanginya. Kita tidak bisa
melihat peristiwa yang terjadi sebagai suatu realita, tetapi kita harus melihat
konteksnya secara keseluruhan. Kebenaran merupakan permukaan dari suatu realita
dan suatu realita itu sendiri dapat dibuat, sehingga suatu kebenaran bersifat
superfisial (dapat dibuat).
2.
Grand
Theory cabang ilmu komunikasi massa
-
Postpositivistik
Dihasilkan
melalui observasi yang terjadi di lapangan dengan metode yang terukur, datanya
berupa angka-angka/statistik. Contohnya, pollling, survei, kuesioner, dan
angket. Biasanya digunakan dalam membuat skripsi.
-
Hermeneutics
Berdasarkan
apa yang muncul di dalam pikiran kita. Jadi, dari apa yang muncul di dalam
pikiran kita (teks) dapat kita analisis dan teks tidak bisa lepas dari konteks
apa yang melingkupinya.
-
Kritis
Kita
harus mengetahui apa yang melatar belakangi terjadinya peristiwa tersebut,
tidak hanya dengan melihat begitu saja realita yang ada tetapi mencari apa yang
melatar belakanginya. Kritis di bagi dua:
Normatif
Kita
menganalisis sesuatu baik/buruknya berdasarkan norma-norma yang sudah ada.
Norma-norma yang ada pada setiap negara sudah pasti berbeda-beda. Dapat diterapakan
di dalam komunikasi massa, tetapi kita harus menyesuaikan dengan latar belakang
norma tersebut. Jika kita sudah mengetahui apa latar belakang norma tersebut,
maka kita dapat berkomunikasi dengan baik tanpa adanya konflik dan kesalah
pahaman yang terjadi.
Critical theory
Digunakan
untuk melakukan transformasi terhadap ketidakadilan yang terjadi di dunia.
Teori ini tidak berdasarkan pada norma yang ideal tetapi mendasarkan pada norma
kekuasaan untuk keadilan di dunia. Dalam teori ini dilihat pihak mana yang
lebih kuat sehingga terjadi pertarungan kepentingan.
3.
Munculnya
industri media
Munculnya industri media karena dipengaruhi oleh
globalisasi yang terjadi di seluruh dunia dan berkembangnya teknologi dengan
munculnya jaringan nirkabel. Kemudian industri media berfungsi sebagai
pembentuk opini publik yang strategis.
Teori propaganda
Teori propaganda dibangun dari teori psikological, antara
lain:
-
Behaviorism
Teori
ini memberikan stimulus dan ada respon, kemudian sampai pada saat tertentu
tidak perlu lagi diadakan propaganda sampai orang-orang sudah terbiasa
melakukannya sehingga menjadi suatu kebiasaan mereka.
-
Freudianism
Di
dalam jiwa setiap manusia yang hidup di masyarakat pasti memiliki ego
(keyakinan yang logis bersifat meyakinkan diri kita), id (kecenderungan untuk
bersenang-senang bersifat persuasif), dan superego (yang mengontrol ego dan id
bersifat melemahkan ego dan id).
-
Harold
Laswell
Ilmu
yang membuat keputusan tentang bagaimana media akan digunakan, merupakan
gabungan antara behaviorism dan freudianism.
-
Propaganda
modern
Merupakan
teori propaganda yang paling canggih karena propaganda yang dilakukan tidak
terlihat seperti sedang melakukan propaganda.
4.
Teori
normatif
Otoritarian : Pers masih berada sepenuhnya ditangan pemerintah. Pemerintah
pegang kendali dan mengontrol pers tersebut. Disebut juga Otoriter.
Libertarian : artinya bebas. So pasti segala kegitan pers ataupun pers
yang sedang melakukan tugasnya tidak dikontrol oleh pemerintahan.
Social – Responsibility : pers memiliki batasan-batasan dalam melakukan tugasnya
dengan mengikuti aturan kode etik.
Communist : Komunis mengendalikan pers tersebut dengan cara aturan
aturan mereka sendiri dengan maksud mensejahterhkan masyarakatnya
5.
Critical
theory
Digunakan untuk melakukan transformasi terhadap
ketidakadilan yang terjadi di dunia. Teori ini berangkat dari teori Marxisme.
Teori ini tidak berdasarkan pada norma yang ideal tetapi mendasarkan pada norma
kekuasaan untuk keadilan di dunia. Dalam teori ini dilihat pihak mana yang
lebih kuat sehingga terjadi pertarungan kepentingan. Menurut teori ini, teori
yang lain tidak berguna karena tidak bisa memberikan perubahan karena harus
selalu ada perubahan dalam sebuah teori. 3 kunci utama dalam critical teori:
1.
Otoritas
kekuasaan
Pemegang
otoritas kekuasaan yang menentukan realita apa yang akan terjadi.
2.
Network
centrality
Jika
kita memiliki jaringan yang kuat, maka kita bisa ikut menentukan realita apa
yang akan terjadi biarpun kita tidak memiliki otorityas kekuasaan.
3.
Fund
resources
Siapa
yang memiliki uang, dialah yang berkuasa. Yang memiliki alokasi uang
terbesarlah yang bisa mengatur realita apa yang akan terjadi.
Tugas dari teori ini adalah merekonstruksi ulang
rekayasa-rekayasa yang terjadi agar kita dapat melihat lebih jernih.
Cultural theory
Menurut banyak teori di kalangan
ahli antropologi, pameran budaya manusia menginterpretasikan biologi serta
lingkungan mereka. dari sudut pandang ini, budaya menjadi bagian integral dari
keberadaan manusia, bahwa itu adalah lingkungan manusia, dan sebagian besar
perubahan budaya dapat dikaitkan dengan adaptasi manusia untuk peristiwa
sejarah . Selain itu, budaya dipandang sebagai mekanisme adaptif utama manusia
dan berlangsung jauh lebih cepat dari evolusi biologis manusia, budaya adalah
perubahan yang paling dapat dilihat sebagai adaptasi budaya itu sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)


