Tuesday, October 12, 2010

soal kuis











1.      Tiga paradigma dalam komunikasi massa :
    1. Positivistis
Kebenaran terjadi karena semua orang berkata sama dan bersifat objektif.
    1. Konstruktivistik
Tergantung pendapat dan sudut pandang masing-masing orang. Kebenarannya bersifat Subjektif dan tidak objektif. Kebenaran yang subjektif itu kebenarannya tidak tunggal, bersifat berlapis, dan dikonstruksikan.
    1. Kritis
Melihat sesuatu dari permukaannya saja padahal dibawahnya banyak yang tersembunyi (teori ice berg). Melihat sebuah peristiwa tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi saja, namun kita melihat dari semua konteks yang ada dalam peristiwa tersebut. Bersifat superfasial atau semu.
2.      Grand Theory :
    1. Positiistik ( Post Positivistis)
Menggunakan observasi lapangan dan lab. Biasanya didukung dengan metode terukur seperti polling, survey, quesioner, dan angket.
    1. Konstruktivistik (HERMENEUTICS)
Bisa ditangkap oleh pancaindera, teks berada di dalam konteks. Muncul dalam rancangan yang dapat dianalisis sifatnya. Bersifat subjektif dan tak terlepas dari segi konteksnya.
    1. Kritis
Normatif : punya batasan dan norma yang dianut. Seringkali bertabrakan / crash. Bersifat superfisial dan semu.
Critical : tidak berdasarkan norma, karena norma terbangun berdasarkan kekuasaan. Mencari keadilan bagi semua orang, selain itu manusia juga mencari transformasi. Pertama kali berasal dari teori Marx tentang pertarungan kepentingan yang merupakan efek media karena adanya kekuasaan.
3.      Jelaskan tentang munculnya industri media massa dan teori propaganda
Munculnya industri media massa : berawal dari paradigma yang menganggap pers dapat mengontrol opini publik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan dengan munculnya yellow journalism, jurnalis yang bekerja tanpa kode etik sebagai hukum dasarnya.
Teori Propaganda :
a.    Behaviorism
Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b.    Freudianism
Propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c.    Harold Laswell’s propaganda theory
Merupakan propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d.    Walter Lipmann’s theory of public opinion formation.
Propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar (buruh) yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis (elit) untuk ikut dalam aturan  pembuat propaganda tersebut.
e.    Reaction against
Propaganda itu tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f.     Institute of propaganda analysis
Analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g.    Modern propaganda
“Dunia ini adalah panggung propaganda”. Bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h.    Libertarianism Reborn
Manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda tetapi propaganda lebih ditunjukan untuk mencari cari kebenaran.

4.      Teori Teori Normatif  :
Authoritarian : persnya dikendalikan oleh pemerintah
Libertarian : pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
Responsibility social : pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
Komunis : pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk menyejahterakan rakyat.
5.       
By : Jessica Florensia Irene



Tugas UTS


Soal Kommas (latihan UTS) :
1.       Jelaskan paradigma ilmu sosial yang menjadi akar ilmu komunikasi massa!
2.       Jelaskan grand theory yang menjadi cabang utama ilmu komunikasi massa!
3.       Jelaskan munculnya industri media dan teori propaganda!
4.       Jelaskan teori – teori normatif yang anda ketahui!
5.       Jelaskan teori – teori kritikal yang anda ketahui!

Jawaban :
1.       Paradigma ilmu sosial ada tiga :
- Positivis : merupakan paradigma yang bersifat objektif, didasari pada peristiwa faktual (kebenaran) yang terjadi.
- Konstruktivistik : bertolak belakang dengan teori sebelumnya, teori ini lebih bersifat subjektif. Nilai – nilai konstruktif yang ada bersifat jamak (tidak tunggal). Seperti dua pemikiran yang berbeda tentang satu hal, masing – masing pandangan dari perspektif tertentu diyakini memiliki nilai konstruktif tersendiri.
- Kritis : paradigma ini bersifat superfisial (semu). Peristiwa yang dilihat dan dianalisa, didasari dari konteks secara keseluruhan (general), sehingga belum tentu sepenuhnya benar.
2.       Grand theory dari paradigma – paradigma sosial :
- Post positivistik (Positivis) : merupakan teori yang menekankan pada suatu observasi lapangan (faktual) dengan metode yang terukur secara sistematis (polling, survey, angket, dsb).
- Hermeneutics (Konstruktivistik) : teori subjektif dengan didasari oleh sebuah ‘teks’ yang mampu ditangkap panca indera (orang berambut gimbal : kita asumsikan dirinya sebagai penikmat musik reggae).
- Normatif dan Kritikal (Kritis) : teori normatif mengacu pada ketentuan – ketentuan hukum yang sedang berlaku pada masanya. Sedangkan kritikal tidak didasari oleh norma ideal, melainkan lebih kepada sebuah perubahan (revolusi).
3.       Kelahiran industri media :
Teori Mass Society pertama kali lahir pada awal abad 20an, dengan paradigma yang memandang fungsi media massa sebagai sarana pembentuk opini publik strategis. Media massa dianggap berpotensi untuk mengontrol persepsi khalayak mengenai peristiwa – peristiwa yang terjadi di masyarakat, lalu untuk memanipulasi fakta, bahkan kadangkala pemberitaan dilakukan tanpa mempertimbangkan reaksi masyarakat selanjutnya. Seakan – akan media adalah komoditi yang murni berorientasi komersial.

Industri media di Indonesia mulai tumbuh dan berkembang seiring dengan munculnya konsep jurnalisme baru, yakni
yellow journalism (pers kuning). Yellow Journalism sendiri merupakan sebuah paradigma mengenai fungsi pers yang menggunakan pendekatan SCC (Sex, Conflict, Crime) (Sumadiria, 2005). Jenis pers ini lebih cenderung mengutamakan sensasi, tidak menganut pola penulisan dan pemakaian kata yang benar dan baik, tidak berkiblat pada kaidah baku jurnalistik, serta tidak menjunjung tinggi nilai – nilai faktual dalam sebuah penulisan berita. Malahan, suka mencampur adukkan fakta dengan opini, yang sesungguhnya dilarang keras dalam kode etik jurnalistik.

Hal – hal semacam ini seharusnya tidak dilakukan pers yang memiliki tanggung jawab moral dalam usaha membentuk kepribadian masyarakat yang intelek. Fungsi pers sebagai sarana penunjang edukasi tidak berlaku dalam pers kuning. Sehingga dapat dikatakan, pers kuning hanya berorientasi kepada sensasi semata (mungkin juga materi), karena hampir tidak ada lagi yang mereka jual selain sensasi dan kontroversi.

Wilayah sirkulasi (target pemasaran) pers jenis ini umumnya mencakup masyarakat kalangan menengah ke bawah, mereka yang memiliki edukasi, dan kritisasi rendah terhadap fakta. Contohnya dalam dunia pers Indonesia adalah koran lampu merah (sekarang sudah lampu hijau).

Teori propaganda dan evolusinya :
Behaviorisme. Merupakan teori propaganda yang berasumsi bahwa masyarakat sosial memiliki respon terhadap suatu stimulus tertentu, sehingga dapat mempengaruhi aspek kognitif (rasio) dalam perilaku kehidupannya.
Freudianisme. Teori ini membagi kepribadian manusia ke dalam tiga elemen. Ego (rasio), ID (kesenangan pribadi), dan Super Ego (hati nurani). Mekanisme propaganda yang dilancarkan adalah ‘meyakinkan’ ego, kemudian ‘mempersuasi’ ID, dengan tujuan untuk ‘melemahkan’ super ego. Contoh kasarnya adalah multilevel marketing.
Harold Laswell’s Propaganda Theory. Teori ini mengadaptasi kedua teori sebelumnya, lalu mengimplementasikannya ke dalam rumusan proses komunikasi mereka yang terkenal (‘Who’ says ‘What’ to ‘Whom’ in with ‘Channel’ with what ‘Effect’).
Walter Lipmann’s Theory of Public Opinion. Berangkat dari bawah, teori ini berkembang pada kaum proletar (buruh) maupun pada golongan masyarakat paling bawah yang lain. Kemudian pengaruhnya merambat naik hingga mencapai golongan tertinggi, seperti kaum borjuis (elit) maupun golongan masyarakat tertinggi lainnya.
Reaction Against Early Propaganda Theory. Muncul sebuah pemikiran bahwa tidak selamanya propaganda hanya bersifat searah (one way). Seorang komunikator yang sedang melancarkan propagandanya kepada seorang komunikan, mungkin saja sedang dipropaganda balik oleh si komunikan tersebut tanpa disadari.
Institute for Propaganda Analysis. Pemikiran berdasarkan fungsi propaganda yang seharusnya relevan dengan kebutuhan masyarakatnya.
Modern Propaganda Theory. Teori ini dipopulerkan oleh sebuah kalimat, ‘Dunia ini adalah panggung propaganda’. Teori propaganda modern berasumsikan pada teknik – teknik melakukan propaganda tanpa diketahui oleh orang atau kelompok yang dituju.
Libertarianism Reborn. Teori mutakhir mengenai propaganda yang didasari oleh asumsi bahwa setiap manusia memiliki kebebasan (free will of mankind). Acuan teori ini adalah sejarah peradaban manusia yang menginginkan kemajuan dan perkembangan tiada henti dalam kehidupan bermasyarakat (an endless development).
4.       Teori – teori normatif :
Otoritarian
. Pers pada sistem ini sepenuhnya berada dalam cengkeraman pemerintah. Fungsi – fungsi yang dijalankan oleh pers semata – mata merupakan sarana pemerintah dalam mempublikasikan kepentingan – kepentingannya terhadap publik.
Libertarian. Kebalikan dari otoritarian, tidak ada otoritas (intervensi) dari pemerintah sedikitpun terhadap kegiatan pers. Pers memiliki kebebasan mutlak dalam menjalankan fungsi dan tugasnya di masyarakat.
Social – Responsibility. Mirip libertarian, namun kebebasan yang dimiliki pers memiliki batasan – batasan tertentu. Terutama batasan yang berkaitan dengan hal – hal sensitif (misal : SARA) dan kode etik jurnalistik.
Communist. Pers digenggam oleh penguasa yang berlandaskan ideologi komunis. Fungsi pers dalam sistem ini dimaksudkan untuk menyejahterakan rakyat.

5. Teori kritikal :
Marxisme. Teori Karl Marx adalah sebuah teori revolusi mengenai kaum proletar terhadap kaum borjuis dengan pendekatan ekonomis semata. Karena parameter pendekatan yang cenderung sempit, teori revolusi yang serupa dikembangkan oleh seorang tokoh revolusioner Italia (Antonio Gramsci). Gramsci berpendapat bahwa banyak elemen fundamental lain selain ekonomi yang dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah gerakan revolusi. Misalnya agama, hukum, dan politik.

Sejarah pemikiran Marx secara mendasar adalah sebagai berikut :
Komunis Purba > Feodalisme (raja) > Kapitalis (pemegang uang sebagai penguasa terbesar) > Sosialis Komunis (bentuk pemerintahan komunisme yang lebih maju dan moderat dengan mengusung nilai – nilai sosialisme dalam kehidupan bermasyarakat).

.pandjiputranda

jawaban kuis tanggal 6 oktober 2010


1.     
1.      Tiga paradigma yang memahami setiap teori dalam komunikasi massa :

1)    Positivistis merupakan teori yang bersifat objektif, melihat suatu peristiwa sesuai dengan kebenaran yang terjadi.
2)    Konstruktivistik merupakan teori yang bersifat subjektif (tidak tunggal). Melihat suatu pemikiran tentang dua orang yang berbeda dari sisi dan cara pandang yang berbeda-beda.
3)     Kritis merupakan teori yang bersifat superficial/semu. Melihat suatu peristiwa yang telah ddasari dari konteks-konteks, secara keseluruhan yang terjadi belum tentu benar. Adanya teori IceBerg.

2.      Grand Theory, ada tiga hal yaitu sebagai berikut:
Paradigma
Positivistik
Konstruktivistik
Kritis
Grand Theory
Post positivistic
Hermeneutics

  •            Normatif
  •     Critical Theories
Melakukan observasi berdasarkan dilapangan yang ada dengan metode yang sudah terukur.
Contoh: polling, survey, angket, dan quisioner
·    Dilakukan yang bedasarkan teks yang biasa ditangkap oleh panca indera dengan melihat, mendengar, dan merasa.
·    Bersifat subjek dan meliputi konteks yang ada. Muncul dalam rancangan yang dapat dianalisis sifatnya.
·Normatif, dengan berdasarkan norma-norma yang sudah ditetapkan ada dan yang sudah ada. Kita mempuyai batasan-batasan yang mengatur kita untuk menganalisis sesuatu itu baik atau tidak.
·Critical theories,tidak berdasarkan norma ideal, meupakan teori untuk melakukan perubahan dengan relasi kekuasaan.
Mencari keadilan bagi semua orang.
Semua yang terjadi didunia ini karena keberanian mengungkapkan sesuatu (aksi & gerakan)

  1. Jelaskan tentang munculnya industri media massa dan teori propaganda
Media Industri lahir karenna munculnya  paradigma yang menganggap pers dapat mengontrol opini publik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan atau profit dengan munculnya yellow journalism, jurnalis yang bekerja tanpa kode etik sebagai hukum dasarnya.

Teori Propaganda :
a.    Behaviorism
Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b.    Freudianism
Propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c.    Harold Laswell’s propaganda theory
Merupakan propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d.    Walter Lipmann’s theory of public opinion formation.
Propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar (buruh) yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis (elit) untuk ikut dalam aturan  pembuat propaganda tersebut.
e.    Reaction against
Propaganda itu tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f.     Institute of propaganda analysis
Analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g.    Modern propaganda
“Dunia ini adalah panggung propaganda”. Bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h.    Libertarianism Reborn
Manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda tetapi propaganda lebih ditunjukan untuk mencari cari kebenaran.
  1. Teori normatif
§  Authoritarian : persnya dikendalikan oleh pemerintah, bersifat otoriter.
§  Libertarian : pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
§  Responsibility social : pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
§  Komunis : pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk menyejahterakan rakyat
jelasakan critical theories dan cultural theories?
  1. Critical Theory : Teori ini dikemukaan oleh Karl Marx. Karl Marx membagi dunia antar kaum borjuis dengan kaum proletar. Marx juga mengangap ekonomi adalah hal utama dalam kapitalisme. Kemudian teori ini dikritik oleh Antonio Gramsci. Dia membantah semua teori Marx. Dia berpendapat bahwa banyak elemen lain selain ekonomi yang dapat mempengaruhi atau tidaknya sebuah gerakan revolusi. Terdapat dua elemen yaitu ideology dan koersif.
    Critical theory ini menghilangkan dominasi dan mendorong kebebasan, keadilan , dan persamaan. Teori ini yang membedah ulang sesuatu yang sudah matang.
    Cultural theory ini mengacu pada ritual à transisi, pandangan satu orang melihat dari simbol komunikasi seperti percakapan dan tindakan yang akan memberikan makna dengan simbol yang ditunjukkan.
By : Yoddie Frianti


soal kuis tangal 6 Oktober 2010










1.      Tiga paradigma dalam komunikasi massa yang menyangkut ilmu sosial
    1. Positivistis
”The winners take all”. Kebenarannya terjadi jika semua orang berkata sama, bersifat objektif, bisa dilakukan dengan metode survey, polling, dan observasi.
    1. Konstruktivistik
Realitas atau kebenarannya bersifat konstruktif tergantung pendapat dan sudut pandang masing-masing orang. Biasanya orang yang konstruktivistik cenderung sering menggunakan kata ”tergantung” apabila mengemukakan pendapatnya. Kebenarannya bersifat Subjektif dan tidak objektif. Kebenaran yang subjektif itu kebenarannya tidak tunggal, bersifat berlapis, dan dikonstruksikan.
    1. Kritis
Melihat sebuah peristiwa tidak hanya dilihat dari apa yang terjadi saja, namun kita melihat dari semua konteks yang ada dalam peristiwa tersebut. Melihat kejadian itu dari permukan atau realitasnya saja, sering disebut dengan Superfisial (bersifat semu).
2.      jelaskan tentang Grand Theory tentang paradigma komunikasi massa
Grand theory :
    1. Positiistik ( Post Positivistis)
Menggunakan observasi lapangan dan lab. Biasanya didukung dengan metode terukur seperti polling, survey, quesioner, dan angket.
    1. Konstruktivistik (HERMENEUTICS)
Bisa ditangkap oleh pancaindera, teks berada di dalam konteks. Muncul dalam rancangan yang dapat dianalisis sifatnya. Bersifat subjektif dan tak terlepas dari segi konteksnya.
    1. Kritis
Normatif : punya batasan dan norma yang dianut. Seringkali bertabrakan / crash. Bersifat superfisial dan semu.
Critical : tidak berdasarkan norma, karena norma terbangun berdasarkan kekuasaan. Mencari keadilan bagi semua orang, selain itu manusia juga mencari transformasi. Pertama kali berasal dari teori Marx tentang pertarungan kepentingan yang merupakan efek media karena adanya kekuasaan.
  1. Jelaskan tentang munculnya industri media massa dan teori propaganda
Munculnya industri media massa : berawal dari paradigma yang menganggap pers dapat mengontrol opini publik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman pers digunakan untuk mencari keuntungan dengan munculnya yellow journalism, jurnalis yang bekerja tanpa kode etik sebagai hukum dasarnya.

Teori Propaganda :
a.       Behaviorism
Teori propaganda yang melakukan propaganda lewat stimulus, response yang kemudian diadopsi menjadi kebiasaan oleh masyarakat. Sehingga membuat fakta itu samar-samar.
b.      Freudianism
Propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c.       Harold Laswell’s propaganda theory
Merupakan propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d.      Walter Lipmann’s theory of public opinion formation.
Propaganda yang dimulai dari masyarakat kauk\m proletar yang tidak tahu menjadi tahu, kemudian mempengaruhi kaum borjuis untuk ikut dalam aturan si pembuat propaganda.
e.       Reaction against
Propaganda itu tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda malah sama-sama sedang melakukan propaganda balik.
f.       Institute og propaganda analysis
Analisis tentang penyelesaian propaganda yang berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g.      Modern propaganda
“DUnia ini adalah panggung propaganda”. Bagaimana cara membujuk seseorang tanpa orang itu tahu kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat script cerita propaganda.
h.      Libertarianism Reborn
Manusia dilahirkan secara bebas yang bersifat freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda.
  1. jelaskan tentang teori normatif
§  Authoritarian : persnya dikendalikan oleh pemerintah, bersifat otoriter.
§  Libertarian : pers nya bergerak sebebas-bebasnya, tidak ada yang mengendalikan
§  Responsibility social : pers nya bebas namun masih ada tanggungjawab sosial.
§  Komunis : pers dipegang dan dikuasai oleh partai komunis dengan maksud untuk menyejahterakan rakyat. 
5. Jelaskan critical Komunikasi massa yang Anda ketahui

Critical theory = menghilangkan dominan dan mendorong kebebasan, keadila, dan persamaan. Tidak sama dengan ilmu filsafat.
Kunci critical theory :    - Orientasi Kekuasaan
- Network centrality
- Fund Resources
            Ada beberapa pemikiran critical theory yaitu
a.       Frankfurt School (Adonno) : teori kritik dari masyarakat yang membebaskan masyarakat dari teknologi modern. Pertama kali dicetuskan di Jerman, lalu dibawa dan disebar ke Amerika.
b.      Marxisme : menganggap ekonomi sebagai urusan utama, bersifat Kapitalis.
c.       Neomarxisme : sama seperti Marxisme namun hanya berbeda di aktornya saja, yaitu sudah tidak ada kaum borjuis dan proletar. Adanya revolusi dan struktur. Lebih concern kepada data asli untuk perubahan.
d.      Horkheimer : menganggap bahwa critical ada dua, yaitu tradisional dan kritis. Kritis itu menolak asumsi karena punya tujuan fungsi tertentu.
e.       Golding Hurdock : teori kritik itu terdiri dari berbagai sistem yang melebur jadi satu yang dicetuskan pertama kali di Inggris.
Lahir karena adanya kritik teori positivistik, karena dalam positivistik dinyatakan benar jika 80% (bisa saja akibat dari propaganda) berkata sama sedangkan dalam teori kritikal yang 20% belum tentu dinyatakan salah karena adanya sudut pandang lain.
 By Rizqi Amelia Farah Fuadiyah

Monday, October 11, 2010

jawaban soal latihan UTS Komunikasi massa


pertanyaan:
1. jelaskan paradigma yang menjadi akar komunikasi massa?
2. jelaskan empat macam Grand Theories?
3. jelaskan munculnya industri media dan teori mengenai propaganda?
4. jelaskan teori-teori normatif yang anda ketahui?
5. jelasakan critical theories dan cultural theories?
jawab:
1. terdapat tiga paradigma yang menjadi akar komunikasi massa yaitu paradigma positivistik, konstruktivistik, dan kritis/critical. pada paradigma positivistik, kebenaran bersifat objektif sesuai keadaan sebenarnya atau fakta di lapangan. suatu hal dilihat dari sisi objeknya yang diam dan hal tersebut merupakan suatu kebenaran menurut paradigma ini. pada paradigma konstruktivistik, kebenaran bersifat tidak tunggal(lebih dari satu) atau subjektif sesuai sudut pandang dari tiap individu yang memahami dan melihatnya. terakhir adalah paradigma kritis. paradigma ini melihat suatu kebenaran berdasarkan konteks/latar belakang hal tersebut dapat terjadi. dapat diistilahkan kebenaran semu/artifisial. teori ini dapat diibaratkan seperti gunung Es(Iceberg). hal yang nampak di permukaan hanya sedikit tetapi yang tidak kelihatan justru berada di dasar. sesuatu yang terjadi belum tentu secara keseluruhan benar adanya, terdapat sebab-sebab dan substansi lainnya.
2. empat macam Grand Theories:
- teori post-positivistik. teori ini disebut sebagai realisme kritis yang  berarti suatu paham tentang realitas yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan dapat mempelajari realitas secara mandiri. teori ini memberikan model penelitian yang khas ilmu sosial.  seorang individu atau manusia bukanlah benda yang ketika diteliti hanya memberikan suatu efek yang sama, manusia itu hidup dan dapat menginterpretasikan suatu tanggapan tertentu ketika diteliti. contohnya adalah ketika ada senjata tajam diarahkan ke badan seseorang, secara cepat orang tersebut bereaksi dengan menghindar atau menangkap senjata tersebut. ada banyak kemungkinan-kemungkinan dari suatu objek. atau contoh lainnya dalam pemilihan atau melakukan survei, akan ada banyak pendapat mengenai suatu permasalahan.
- teori hermeneutika. teori ini menjelaskan bahwa sebuah susunan bahasa merupakan representatif dari realitas sosial. bersifat subjektif, menurut sudut pandang tiap orang dan dapat ditangkap oleh panca indera kita. arti kata hermeneutik sendiri berarti mengalihkan pikiran ke kata/ menafsirkan. jadi kita sebagai manusia berusaha untuk menginterpretasi suatu hal menurut apa yang dirasakan oleh panca indera kemudian dituangkan lewat kata-kata.
- teori normatif. teori ini menjelaskan bahwa kebenaran berdasarkan norma-norma yang sudah ditetapkan ada dan bersifat mengikat. contohnya adalah terdapat simbol-simbol lalu lintas yang bertuliskan dilarang parkir atau berhenti.
- teori kritis. sebuah teori yang beranggapan bahwa suatu fakta yang ada bukanlah suatu yang benar-benar merupakan kebenaran. selalu ada sebab-sebab lain yang tersembunyi di balik fakta tersebut. diperkenalkan oleh Karl Marx dan sedikit banyak terpengaruh mazhab Marxisme. dalam teori kritis, perilaku seseorang akan mengubah makna konteks yang terkandung selanjutnya dan bersifat aktif dalam menciptakan makna.
1.       
3. 3.  munculnya industry media tidak terlepas dari perkembangan teknologi komunikasi pada saat itu. pada awal kemunculannya pers dianggap sebagai saluran untuk membentuk opni public. pada perkembangannya justru pers dipakai sebagai alat penguasa dan muncullah jurnalisme kuning/yellow journalism. isi dari pemberitaan cenderung melebih-lebihkan dan banyak melanggar kode etik pers.
Propaganda merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan tujuan khusus, yaitu  pada diri komunikan sesuai dengan kehendak komunikator secara persuasif.
macam-macam teori propaganda:
a.    Behaviorism. teori ini menyatakan bahwa propaganda dapat dilakukan dengan memberikan stimulus kepada seseorang hingga ide atau pesan tertanam dengan baik di pikiran orang tersebut. selanjutnya, ide atau pesan tersebut lama-kelamaan menjadi suatu kebiasaan.
b.    Freudianism
 teori ini menyatakan bahwa propaganda yang dilakukan dengan meyakinkan ego, mempersuasi ID, dan melemahkan superego.
c.    Harold Laswell’s propaganda theory
-          Merupakan propaganda gabungan antara teori behaviorism dan freudianism.
d.    Walter Lipmann’s propaganda Theory.
Propaganda yang dimulai dari masyarakat kaum proletar (buruh) yang semula tidak mengetahui apa-apa menjadi tahu dengan keadaan sebenarnya, kemudian mempengaruhi kaum borjuis (elit) untuk ikut dalam aturan  pembuat propaganda tersebut.
e.    Reaction against
Propaganda yang tidak bersifat tunggal, mungkin saja orang yang menjadi target propaganda sebenarnya sedang melakukan propaganda balik.
f.     Institute of propaganda analysis
Analisis tentang penyelesaian propaganda berdasarkan kebutuhan masyarakatnya.
g.    Modern propaganda
“Dunia ini adalah panggung propaganda”. Bagaimana cara melakukan persuasi kepada seseorang tanpa orang tersebut tahu bahwa kita sedang melakukan propaganda. Bisa dilakukan dengan membuat skenario cerita propaganda.
h.    Libertarianism Reborn
Manusia pada awal dilahirkan sudah mempunyai freewill (kehendak bebas). Sejarah perdebatan yang bebas mengingikan peradaban dunia yang maju, maka dari itu dibuat propaganda tetapi propaganda lebih ditunjukan untuk mencari cari kebenaran.
2.  4.  macam-macam teori Normatif:
-          teori pers Otoritarian. teori ini menyatakan bahwa pers sebagai salah satu pembentuk opini public haruslah menjadi bagian dari pendukung pemerintahan. pers dalam kenyataannya dibatasi ruang geraknya. semua pemberitaan haruslah yang positif tidak boleh menjelek-jelekan pemerintah.
-          teori Pers Liberal. lawan dari otoritarian, pers diberikan kebebasan sebebas-bebasnya tanpa ada aturan yang terikat. akibatnya, banyak pemberitaan yang tidak benar atau terlalu bersifat menyerang. seperti Yellow Jurnalism.
-          teori Pers Totaliter Komunis. awalnya berkembang di Uni Soviet kemudian diterapkan di Negara-negara Asia seperti China, Korea Utara. pers sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah dan pers berhak terlibat dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pengetahuan-pengetahuan ataupun kegiatan yang bermanfaat.
-          teori Pers Tanggung Jawab Sosial. teori ini merupakan penyempurnaan dari teori Libertarian. pers yang sebebas-bebasnya perlu dibatasi  dengan aturan-aturan bersama bertanggung jawab tidak hanya kepada pasar ataupun pemerintah tetapi juga masyarakat.

3.      5. teori Kritikal adalah sebuah teori yang menjelaskan adanya suatu ketidakadilan yang terjadi dibalik fenomena-fenomena sosial yang terjadi. teori ini sedikit banyak mengambil dari paham Marxisme Karl Marx. teori Budaya/Cultural Theory adalah teori yang berfokus pada aplikasi media terhadap segala macam struktur kehidupan sehari-hari. dengan adanya media, struktur kehidupan masyarakat dapat berubah ke arah yang lebih baik atau buruk. media pun berperan besar dalam proses pembentukan suatu budaya dalam masyarakat.

Oleh Randy Hernando AKA Babang Randy

Friday, October 8, 2010

chapter 6(The Rise Of Limited Effects Theory)


Resume Chapter 6
The Rise Of Limited Effects Theory
(  Munculnya Teori Dampak Terbatas)
            Teori ini mulai dikembangkan pada awal 1940 an sampai 1950 an oleh dua orang tokoh yaitu Paul Lazarsfeld dan Carl Hovland. Mereka berpendapat bahwa sebuah metode penelitian yang baru seperti melakukan eksperimen/penelitian dan survei sangat dimungkinkan dalam menyelidiki efek-efek media yang ada. Penelitian tersebut membuat mereka dapat mencapai  kesimpulan-kesimpulan dan menuntun kepada sebuah bangunan konstruksi teori yang berguna. Paul Lazarsfeld bukanlah seorang ahli teori, tetapi lewat sebuah pengalaman melakukan penelitian, ia lebih dari yang lainnya dalam pandangannya terhadap sebuah teori transformasi sosial.
Selama kampanye pemilihan presiden pada 1940, saat itu yang menjadi kandidatnya Franklin Delano Roosevelt melawan Wendell Willkie, Lazarsfeld mencoba kesempatan ini untuk membuktikan kebenaran dari teorinya. ia memimpin tim peneliti pada Mei 1940 dengan menyebarkan setiap anggotanya ke berbagai lokasi pemilihan untuk mengumpulkan data-data terkait penelitian tersebut. Dalam analisisnya, ia memfokuskan perhatiannya pada kemungkinan bergantinya pilihan pada voting/memberi suara nanti. Seperti orang-orang yang diwawancarai setiap bulan terkait pemilihan calon, mereka memilih kandidat dengan cara membandingkannya dengan pilihan bulan lalu. Selama 6 bulan, kemungkinan berganti pilihan cukup besar. Lazarsfeld menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa pengaruh terbesar dari media massa adalah memperkuat sebuah pilihan yang telah dibuat. Media secara mudah memberikan banyak pilihan kepada masyarakat dalam memilih seorang kandidat yang mereka rasa tepat untuk memimpin.
Teori yang digagas oleh Paul Lazarsfeld sebelum teori dampak terbatas adalah Two-step Flow Theory. Inti dari teori ini adalah sebuah pesan yang ingin disampaikan dari media sebelum sampai kepada masyarakat terlebih dahulu melewati opinion leaders(orang atau kelompok yang dianggap tokoh penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakatnya) baru sampai kepada opinion followers(orang atau kelompok yang menerima pesan dari opinion leaders untuk diteruskan kepada individu lainnya). Paul Lazarsfeld dan temannya Elihu Katz mulai memperkenalkan teori ini. Konsep penting dalam teori ini adalah adanya Gatekeepers, Opinion Leaders, dan Opinion Followers. Gatekeepers/penjaga gerbang adalah orang dalam media yang bertugas menyaring setiap informasi yang masuk kemudian diseleksi untuk diberitahukan kepada khalayak ramai serta mempengaruhi opini publik terhadap suatu informasi. Opinion leaders seperti para pemuka agama, tokoh masyarakat/ adat yang memungkinkan untuk menjadi pemberi pendapat. terakhir adalah opinion followers seperti wakil ketua, ajudan atau orang kepercayaan yang bisa dipercaya menyampaikan suatu informasi dengan tepat dan akurat.
Pendekatan dalam penelitian Lazarsfeld memiliki berbagai batasan-batasan yang penting dimana media agak lambat untuk mengakuinya. Walaupun batasan-batasan tersebut tidak melemahkan hak-hal detail yang ditemukan, tetapi cukup membuat kita untuk berhati-hati terhadap setiap pandangan yang ada. Dua hal yang cukup penting dalam memandang sebuah media terdapat dalam teori dari Lazarsfeld yaitu indirect effects theory dan limited-effect theory. Indirect effects theory adalah ketika media melakukan sesuatu kiranya mendapatkan sebuah dampak, dampak tersebut disaring melewati beberapa bagian dalam tatanan masyarakat. Sedangkan limited effects theory adalah teori dimana media mempunyai pengaruh atau dampak terbatas karena dampak tersebut diringankan oleh campur tangan berbagai pihak. Beberapa hal penting dari hasil penelitian Lazarsfeld yaitu media tidak langsung mempengaruhi individu-individu, adanya pengaruh media dalam dua arah(Two Step Flow), seiring berjalannya waktu banyak orang menjadi dewasa dan mengembangkan kekuatan kelompok  seperti ikut ambil bagian dalam partai politik. kerja sama yang baik dari relasi tersebut dapat menangkal pengaruh media. terakhir, ketika dampak media telah terjadi, mereka cenderung menjadi rendah hati dan memilih untuk menepi/menjauh dari permasalahan.